Minggu, 04 September 2011

0

Paku

  • Minggu, 04 September 2011
  • Andrean Luthfi
  • Share
  •     Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak,ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
        Hari pertama anak itu sudah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya memakukan paku ke pagar.
         Akhirnya tiba dimana anak tersebut sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya,yang dia mengusulkan agar dia mencabut satu paku    untuk setiap hari dimana ia tidak marah.
         Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar."Hmm,kamu telah berhasil dengan baik anakku,tapi,lihatlah lubang-lubang di pagar ini.Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini,di hati orang lain.
          Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang,lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf,luka itu akan tetap ada,dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik."

    0 Responses to “Paku”

    Posting Komentar

    Silakan tinggalkan komentar dengan kata-kata yang sopan. Terimakasih.

    Subscribe